Posts filed under 'Kegemaranku =)'
Kucing I
seriously, this poem is not mine. but i just love it!
Kucing I
Yang kamu suka,
adalah kucing-kucing montel
mata bercahaya dan bulu bersih gebu
mengiau manja menggesel-gesel di kaki
atau bergaya dalam potret dengan mata bening separuh kuyu
ekor kontot menggodek-godek lucu
atau merenung tajam dengan postur anggun
seorang tuan yang aristokrat
mungkin filsuf, mungkin penyair sejuta ayat.
Yang kamu memang nampak
(tapi tidak mahu percaya
atau tidak mahu ambil kira, kerana tidak suka?)
adalah kucing-kucing kurus
berkeliaran di kaki lima dan belakang pasar
mengutip sisa-sisa makanan di celah-celah kaki orang
sambil sesekali mengeluh sakit ditendang
bulu yang entah apa warnanya, berpalit debu
tentu sekali disarangi kutu
parut-parut luka, bekas bercakaran
atau anjing biadab yang melutu
telinga yang dihurung lalat, tidak pernah mengerti puisi
walau sebaris ayat
apatah lagi mendengar hormat
seperti makhluk yang punya darjat.
Utopia yang kamu mau, tak akan tiba
dengan memuja kucing-kucing manja
kucing gelandangan itu jelik
kejelikan itu menjadikan mereka lebih nyata
lebih hampir dengan manusia.
-adibah abdullah-
fairfield general hospital,
9.15 pm
Add comment September 3, 2009
To Autumn
Untuk cuti musim luruh yang masih bersisa:
I
- Season of mists and mellow fruitfulness
- Close bosom-friend of the maturing sun
- Conspiring with him how to load and bless
- With fruit the vines that round the thatch-eaves run;
- To bend with apples the moss’d cottage-trees,
- And fill all fruit with ripeness to the core;
- To swell the gourd, and plump the hazel shells
- With a sweet kernel; to set budding more,
- And still more, later flowers for the bees,
- Until they think warm days will never cease,
- For Summer has o’er-brimm’d their clammy cells.
II
- Who hath not seen thee oft amid thy store?
- Sometimes whoever seeks abroad may find
- Thee sitting careless on a granary floor,
- Thy hair soft-lifted by the winnowing wind;
- Or on a half-reap’d furrow sound asleep,
- Drows’d with the fume of poppies, while thy hook
- Spares the next swath and all its twined flowers:
- And sometimes like a gleaner thou dost keep
- Steady thy laden head across a brook;
- Or by a cyder-press, with patient look,
- Thou watchest the last oozings hours by hours.
III
- Where are the songs of Spring? Ay, where are they?
- Think not of them, thou hast thy music too,-
- While barred clouds bloom the soft-dying day,
- And touch the stubble-plains with rosy hue;
- Then in a wailful choir the small gnats mourn
- Among the river shallows, borne aloft
- Or sinking as the light wind lives or dies;
- And full-grown lambs loud bleat from hilly bourn;
- Hedge-crickets sing; and now with treble soft
- The red-breast whistles from a garden-croft;
- And gathering swallows twitter in the skies.
JOHN KEATS (1795-1821)
Add comment Ogos 24, 2009
Kotak Cinta
salam. puisi ini berjudul ‘kotak cinta’ nukilan Wardah Puteh. Selamat membaca. =)
KOTAK CINTA
Mata malaikat merenungku
balik jendela
dan kepakan sayapnya
menyentuh mataku,
sewaktu kau
mengetuk pintu.
Yang kau hulurkan
sekotak hati
dan sebilah pisau
untuk memotong jantungku.
Kucarikkan ia menjadi cabikan
dan percik darah
menyalut matamu.
Wardah Puteh,
UIAM Kuantan.
Add comment April 18, 2009
Pencalonan Sajak Terbaik 2006 oleh UN
Salam. Saya menjumpai mesej ini dari e-mel saya dari Forum Lingkar Pena (FLP). Selamat membaca. =)
The best poem of 2006
This poem was nominated by UN as the best poem of 2006, Written by an
African Kid
When I born, I black
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And
when I die, I still
black
And you white fellow
When you born, you pink
When you grow up, you white
When you go in sun, you red
When you cold, you blue
When you scared, you
yellow
When you sick, you green
And when! You die , you gray
And you calling me colored?
3 comments Februari 16, 2009
A Letter For GAZA / Likhe Jo Khat Tujhe
This strut, this shyness
This turning , this loneliness
Your tormenting me by leaving me so
Your magical youth will make someone crazy
You are my the beating of my heart
I am a traveller and you are my destination
I am thirsty and you are the rain
Your eyes are my world
My paradise is in your arms,
Add comment Januari 28, 2009
Ayahku
AYAHKU
(Selamat Hari Bapa buat Ayahanda Hj Abdullah Yaacob, semoga ceria sokmo)
Ayahku
Dia bertanya
Khabar anak-anak
Sedang ia demam
Menanggung rindu
Ayahku
Dia berbicara
Duit poket kami
Sedang ia gundah
Minyak menjadi emas
Ayahku
Dia berjenaka
Nak kahwin lagi
Sedang ia dijeling
Ibu di samping
Ayahku
Dia ke sekolah
Mencabut rumput
Sedang ia pengetua
Yang punya pekerja
Ayahku
Dia ke surau
Menjadi imam
Sedang ia bermakmum
Bilal dan siak
Ayahku
Dia menyelimut
Lena tidur kami
Sedang dengkurnya
Acap mengejutkan
Ayahku
Dia menasihati
Hidup yang panjang
Sedang sombong kami
Menjadi balasan
Ayahku
Dia di sisi
Anak yang jahil
Sedang ia nanti
Dibawa pergi
Pemburu,
King’s College, London.
Add comment Januari 17, 2009
Tangga Batu dan Kembang Ceri
ini lagu satu puisi. best wo! he he
Tangga Batu dan Kembang Ceri
Gumpalan salji terakhir mengucapkan selamat
deru angin utara mohon permisi
tangga-tangga batu yang menggigil
di bawah pohon kembang ceri
tidak sabar-sabar menanti.
Kudup-kudup yang ralit bermimpi
apabila angin musim bunga datang
satu-satu akan bangkit, tersenyum, menguntum
kelopak putih ribu-ribu
kembang ceri halus sebanding awan
lembut sebanding salji
kayangan turun ke langit bumi
tangga-tangga batu kuyup oleh salji cair dan embun pagi
tidak sabar menanti.
Kuntum-kuntum yang tersipu malu
bergurau dengan burung dan matahari, sehari
dua hari, sampai tujuh hari
dalam semusim yang panjang, inilah satu-satunya waktu
tangga-tangga batu memandang bisu,
terlalu jauh dan tinggi
tetap sabar menanti.
Kembang ceri akan dipetik bayu
luruh satu, satu, satu
tangga-tangga batu akan merenung lagi
antara sayu dan rindu
antara pilu dan mahu
takahnya yang penuh debu
tiba-tiba akan jadi mewah
didakap permaidani putih lapis demi lapis
mengalas kaki yang melangkah,
dan lambung yang singgah
untuk waktu yang terlalu sebentar
sebelum berderai dimamah tanah.
Tangga-tangga yang diukir pada batu
hanya dapat mengelus lembut kembang ceri
mencium harum kayangan di bumi
setelah kelopak-kelopak cintanya mati.
“Teruskan bermimpi, kudup kembang ceri
kita sama-sama teruskan bermimpi
angin utara tinggallah di sini
aku rela menggigil dalam musim salji yang abadi
asalkan kelopak kembang ceri tidak perlu menguntum dan tidak perlu mati
cuma untuk pertemuan yang sesaat
sebelum sepi menanti semusim berlalu lagi.”
adibah abdullah
thorncliffe 17, F
1.04 a.m. 8 okt 2008
Add comment Januari 12, 2009
Srikandi Tanah Tersumpah
salam. nampak gayanya kebelakangan ini saya amat meminati karya dari adibah abdullah. sajak beliau begitu matang dan bergaya. mungkin saudari adibah boleh berkongsi sedikit petua. kalau tidak di blog ini pun, di GKLN barangkali?
Srikandi Tanah Tersumpah
Tidak semudah itu,
mengucapkan selamat jalan
anak-anak mengejar kereta kebal
batu di tangan
tahu yang pulang nanti,
mungkin kaki sepuntung
atau jari sejengkal.
Tidak lebih mudah,
mengucup tangan dingin suami
yang baru semalam
memateri akad merasmikan nikah
hari ini, tangan itu di bumi
kaku memegang picu senapang
tangan itu di langit, menjadi rebutan
bidadari bermata jeli
cemburu, cemburu.
Apabila sampai giliran
untuk melambai-lambaikan tangan
kepada rumah kosong yang tinggal
berlari-lari para srikandi
menghunjam laknat untuk Yahudi
menebus maruah
di tanah suci yang tersumpah
sepasang mata yang nampak
berapi-api dengan air mata dan cinta
“…aku menunggu celaka-celaka itu
menghantar aku ke syurga!”
adibah abdullah
th 17 F
5.17 p.m.
“The role of women in jihad is to encourage their sons and husbands to participate. But women also have the right to wage jihad,” Rasha Rantisi
Let those who seek the life of the Next World in exchange for the life of this world fight in the Way of Allah. We shall grant a mighty reward to whoever fights in the way of Allah, whether he is slain or comes out victorious. [An-Nisa', 4:74]
1 comment Januari 12, 2009
Di Bayang Awan – Awie
Di awan ku lihat bayang
pergolakan di bumi
menjadi titisan darah
dan membasahi malamku ini.
Bukan aku nak bersembunyi
dari luruh warnamu
hanya ingin sekadar simpati
pada seksa ciptaan azali.
c/o: Aku rela diri dibasahi
andainya warnamu suci
aku gentar diri disumpahi
dari bebanan kesilapanku.
ulang c/o
bridge 1:
mestikah aku berlindung
dari kebasahanmu?
ataupun kau merelakan
aku tunduk dan hanya bersyukur?
ulang c/o 2x
ulang bridge 1
bridge 2:
kini aku pandang di awan
bayang-bayang menghilang
darah pekat menukar warnanya
menjadi rahsia kudamba.
menjadi rahsia ku damba 4x
Add comment Mei 28, 2008
| Previous Posts |
they became sights of a thousand colours
When morning came they became flowers
When the night came they became stars
When I wrote letters to you…
A song was heard somewhere
My heart said you came
I thought this that you became shy
A pleasant scent spread somewhere
It felt as if your hair flowed